top of page

Sidewalk Opens for Smartphone Addicts in China

A Chinese city has created a smartphone lane for pedestrians where they can tweet, text and surf the Internet without having to worry about where they're walking or who they're blocking.

While the 165-foot path located in Chongqing is meant to make a statement, pedestrians are warned to use them at their "own risk."

A sidewalk split down the center is clearly marked with a mobile phone icon showing it is acceptable to multitask, while the other side of the sidewalk makes it clear that smartphone multitasking isn't welcome.

cell2.jpg

"Those using their cellphones of course have not heeded the markings on the pavement," Nong Cheng, a marketing official for a group that manages the property, told the Associated Press.

Not surprisingly, Nong said it seems most people haven't even noticed the markings.

The inspiration for the bifurcated sidewalk came, according to Nong, after National Geographic Television conducted a behavioral experiment in Washington, D.C., using the concept.

While it may be more of a curiosity than a routine now, there are a few people who may benefit from a smartphone lane.

cell1.jpg

One distracted smartphone user reportedly fell into a fountain in a shopping mall in Reading, Pa., while another was so engrossed in her phone that she reportedly walked off a pier in Melbourne, Australia, in December.

****************

Pemerintah Kota Chongqing, Tiongkok membuat jalur khusus bagi pejalan kaki yang menggunakan telepon genggam.

ABC News melaporkan (15/9/2014), jalur khusus sepanjang 30 meter itu disebut sebagai ‘’Jalur Telepon Seluler’’. Para pejalan kaki dapat mengetik Twitter, mengirim pesan singkat dan menelusuri internet, tanpa takut ditabrak kendaraan beroda. Jalur tersebut terbagi menjadi dua. Di bagian bergambar telepon genggam, pejalan kaki boleh melakukan kegiatan dengan telepon selulernya, sedangkan jalur di sebelahnya pejalan kaki dilarang menggunakan telepon genggam.

‘’Meski begitu, banyak pejalan kaki tak memperhatikan tanda gambar itu, sehingga mereka tetap menggunakan teleponnya di jalur yang salah,’ tutur Nong Cheng, pejabat pemasaran dari perusahaan yang mengelola kawasan itu kepada Associated Press.

cell2.jpg

Pembuatan jalur khusus ini sebenarnya bukan baru. Hal serupa pernah dilakukan saluran televisi the National Geography di Washington DC, Juli lalu. Namun jalur telepon seluler di ibukota AS itu tidak ada lagi, karena digunakan sebagai bahan meneliti perangai para pejalan kaki pengguna telepon genggam.

Studi yang dilakukan Ohio State University pada 2013, menunjukkan jumlah pejalan kaki yang terluka makin meningkat. 1.500 orang berakhir di ruang darurat pada 2010, naik dari 256 orang pada 2005. Stanford University juga pernah memasang tanda hati-hati di sekitar kampus. Dan pada 2013, pihak badan transportasi Kota Utah menerapkan denda $ 50 bagi mereka yang berjalan kaki secara sembrono.

Seorang pejalan kaki yang asyik mengirim pesan singkat terjebur ke dalam kolam di dalam Mall di Kota Reading, Pennsylvania. Sedangkan di Melbourne, Australia seorang pejalan kaki sampai jatuh ke tepi dermaga, lantaran asyik mengirim Twitter.


 
Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic

© 2014 design by Didi Prambadi, Indonesian Lantern Media LLC. USA

  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
  • RSS Classic
bottom of page