Restu Imansari Meraih Ordine della Stella d'Italia
Restu Imansari Kusumaningrum mendapatkan penghargaan Ordine della Stella d'Italia dari pemerintah Republik Italia.

Duta Besar Italia untuk Indonesia Federico Failla menyerahkan secara simbolis penghargaan itu kepada Restu di rumah dinasnya Italia di Jalan Senopati No. 43 B, Jakarta Selatan, pada 29 Oktober yang lalu. Restu dinilai memiliki andil besar membangun dan mempererat hubungan budaya Indonesia dan Italia.
Penghargaan Ordine della Stella d'Italia mulai diberikan pemerintah Italia pada 1947, pertama-tama untuk warga asing yang berjasa dalam pembangunan kembali Italia setelah Perang Dunia II. Seiring waktu, penghargaan diberikan kepada warga asing yang memiliki andil memajukan hubungan Italia dan negara lain dalam berbagai bidang.
Secara khusus, Dubes Failla memuji peran Restu sebagai produser Paviliun Indonesia yang berhasil meraih perhatian pengunjung pada ajang Pameran Seni Rupa Venice Biennale ke-55 tahun lalu. Ia berharap keberhasilan yang sama akan terulang dan bahkan meningkat lagi pada keikutsertaan Indonesia pada ajang yang sama tahun depan di mana Restu juga akan bertindak kembali sebagai produser dengan bendera Bumi Purnati Indonesia.
Hadir pada kesempatan tersebut adalah keluarga, guru, teman dekat, dan tim kerja yang selama ini mendukung kerja kesenian Restu yang juga dikenal sebagai penari. Salah seorang yang hadir antara lain adalah Sapta Nirwandar, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, yang sekarang duduk sebagai Komisioner Paviliun Indonesia untuk Venice Biennale 2015.
Dalam sambutannya, Restu yang pernah sukses membawa I La Galigo, teater kontemporer bersumber syair kepahlawanan Bugis kuno, berkeliling belasan negara, menyatakan penghargaan tersebut sejatinya penghargaan kolektis atas yang ia lakukan bersama tim pendukungnya selama ini. “Penghargaan ini juga memberi saya tanggung jawab untuk bekerja lebih keras lagi ikut serta memajukan kehidupan berkesenian di Tanah Air,” kata Restu.
Restu mempunyai latar belakang pendidikan tari, teater, arsitektur, dan seni visual baik dari dalam dan luar negeri. Ia sudah terlibat dalam banyak pementasan berskala besar di berbagai negara yang antara lain diarahkan oleh Robert Wilson, I Gusti Kompyang Raka, Chen Shi-Zheng, dan Guruh Soekarno Putra. Pada 1999, ia ikut mendirikan Yayasan Bali Purnati yang dalam perkembangannya melahirkan Bumi Purnati. Selain I La, Bumi Purnati Indonesia antara lain menghadirkan pentas SAKTI dengan penampil Rahayu Supanggah Gamelan Orchestra dan Musi Banyuasin Dancer di Spoleto Festival Dei Due Mondi Italia pada 2013 dan juga di Pesta Raya at Esplanade Concert Hall Singapura pada September lalu.
Saat ini, Restu sedang membawa Komunitas Seni Hitam Putih dari Padang Panjang, Sumatra Barat, untuk mengikuti Olimpiade Teater di Beijing yang akan digelar awal November ini.