top of page

Arab Saudi Deportasi Hampir 2000 Pembantu Rumah Tangga

Selama lima bulan belakangan, kepolisian Riyadh telah memulangkan 1.896 pembantu rumah tangga yang menuntut ganti rugi karena diperlakukan buruk selama bekerja di Kerajaan Saudi.

prt3.jpg

Arab News melaporkan Sabtu (6/12/2014), mereka yang dipulangkan berasal dari Filipina, Sri Lanka, Ethiopia dan Indonesia. Sebagai gantinya, pihak Kerajaan berencana merekrut para pekerja rumah tangga dari negara lain. Seperti Kazhakstan, Kyrgystan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, Nepal dan India.

Menurut seorang diplomat asing, masalah utama yang dialami para pelayan itu adalah tidak menerima gaji, kasus penganiayaan, dan majikan yang menolak mengirim pulang pekerja setelah kontraknya habis. Banyak kasus yang diselesaikan secara damai, tapi banyak pula yang masih terkatung-katung sehingga dikirim ke Pusat Deportasi Saudi di Distrik Olaya yang mampu menampung 200 orang pekerja.

prt.jpg

Sebanyak 5 ribu lebih pekerja rumah tangga melarikan diri dari rumah majikannya sejak November 2013 hingga April 2014. Brigadir Jenderal Malla Marzouq Al-Otaibi jurubicara urusan paspor menjelaskan 1.500 lebih pelayan melarikan diri pada bulan November 2013. Sedangkan jumlah terbanyak terjadi pada Januari 2014 dengan 926 kasus melarikan diri.

prt2.jpg

Sebuah survei yang dilakukan Pusat Kesejahteraan Pelayan Rumah Tangga menyebutkan 80 dari 120 pembantu rumah tangga melarikan diri setiap hari di sejumlah kota Saudi. Jumlah paling banyak terjadi di Riyadh, kemudian Mekkah, Madinah dan provinsi kawasan timur. (inilah.com)


Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic

© 2014 design by Didi Prambadi, Indonesian Lantern Media LLC. USA

  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
  • RSS Classic
bottom of page