top of page

Singapura Rayakan Hari Jadi ke-50

  • Aug 8, 2015
  • 2 min read

Singapura merayakan hari jadinya ke-50 pada hari Minggu (9/8/2015). Business Insider melaporkan, sekitar 250 ribu warga Singapura akan merayakan hari kemerdekaannya dengan berbagai atraksi. Parade militer akan digelar di sepanjang jalan utama, juga pesta kembang api, serta pemutaran video di layar raksasa untuk menghormati bapak bangsa Lee Kuan Yew, yang wafat Maret lalu.

Di balik pesta kemerdekaan nan gegap gempita itu, kelompok oposisi tak sabar menunggu pemilihan umum yang rencananya diadakan September nanti. Mereka juga menekan Pemerintahan PM Lee Hsien Loong melonggarkan kontrol politik yang menyebabkan Partai Aksi Rakyat, PAP tetap berkuasa. Singapura yang merdeka 9 Agustus 1965, merupakan salah satu negara yang mengungguli Indonesia dan Malaysia, dua negara besar di kawasan Asean. Kepemilikan rumah dikuasai oleh 90 persen penduduknya yang memiliki pendapatan per kapita $ 56,284 menurut sensus 2014. Sehingga Singapura menjadi salah satu yang sangat pesat kemajuan ekonominya.

Sejumlah analis politik meramalkan, PM Lee Hsien Loong, 63, bakal mempercepat pemilihan umum pada 12 September 2015 nanti. Hal ini dilakukan agar kelompok oposisi tak punya waktu untuk melakukan konsolidasi. Lagipula warga Singapura masih diliputi suasana gembira, karena baru saja merayakan hari kemerdekaannya. Meski begitu, Partai PAP bakal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Partai berkuasa ini kehilangan banyak suara dalam pemilu 2011 lalu. Banyak pemilih mengeluh dengan tingginya kebutuhan hidup, kebijaksanaan imigrasi, meningkatnya tunjangan kesehatan dan perbedaan kaya miskin yang makin lebar. Singapura mengalami kelahiran bayi sangat rendah, sementara jumlah kaum manula semakin tinggi. Karena itu Singapura menerapkan kebijaksanaan di bidang imigrasi sehingga jumlah penduduk bisa terdongkrak dari 4,17 juta tahun 2004, menjadi 5,47 juta tahun lalu. Namun sayang, 40 persen penduduk Singapura adalah warga asing. Michael Barr, profesor hubungan internasional di Universitas Flinders, Australia menilai pemerintah Singapura memanfaatkan wafatnya Lee Kuan Yew di perayaan hari proklamasinya ke-50. ''Agar PAP dapat meningkatkan perolehan suaranya dalam pemilu nanti,'' katanya. Namun hal itu dibantah Eugene Tan. ''Suasana gembira bakal mewarnai hari ulang tahun ke-50 kali ini. Tapi saya tidak yakin hal itu dimanfaatkan PAP,'' kata Eugene Tan, profesor hukum di Singapore Management University. - See more at: http://dunia.inilah.com/read/detail/2228104/singapura-merayakan-hari-jadinya-ke-50#sthash.cmCcu0sn.dpuf


 
 
 

Comments


Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic

© 2014 design by Didi Prambadi, Indonesian Lantern Media LLC. USA

  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
  • RSS Classic
bottom of page